Menu

Mode Gelap
Link-qU92vB9mra Link-w2n1LXet6r Link-qiSVkqrS5r Link-Z5kqXOTNBD Link-7Zqm8tTD9w Link-DLxhloRdl4

Daerah

Komisi III DPRD OKU Selatan Lakukan Kunjungan Kerja ke BP3MI Sumatera Selatan, Dorong Perlindungan Pekerja Migran

badge-check


					Komisi III DPRD OKU Selatan Lakukan Kunjungan Kerja ke BP3MI Sumatera Selatan, Dorong Perlindungan Pekerja Migran Perbesar

PALEMBANG – Dalam upaya memperkuat perlindungan dan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Komisi III DPRD OKU Selatan melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumatera Selatan, Kamis (12/02/2026). Kunjungan ini didampingi erat oleh Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten OKU Selatan yang turut mendampingi rombongan saat berkunjung ke kantor BP3MI di Kota Palembang.

Kepala BP3MI Sumatera Selatan, Waydinayah, S.Sos., menyambut hangat kehadiran rombongan dan turut mendampingi Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja OKU Selatan, Darmawan, S.E., M.Si., dalam sesi koordinasi penting terkait perlindungan dan penyaluran PMI dari daerah OKU Selatan.

Ketua Komisi III DPRD OKU Selatan, Windya Alhadipuro, S.E., mengungkapkan harapannya agar Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dan BP3MI Sumatera Selatan dapat diperpanjang. “Masa berlaku MoU akan berakhir pada Juni 2026, maka kami mendorong agar proses perpanjangan segera diinisiasi agar kesinambungan perlindungan PMI tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP3MI menyatakan komitmennya untuk mendukung perpanjangan MoU tersebut dan berharap penyaluran PMI dari OKU Selatan akan semakin meningkat ke depan. Di kesempatan yang sama, pihak BP3MI menegaskan agar masyarakat menghindari pengiriman PMI ke negara-negara seperti Myanmar, Laos, Thailand, dan Kamboja, yang bukan termasuk tujuan resmi penempatan PMI demi memastikan keamanan dan legalitas para pekerja.

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten OKU Selatan, Darmawan, mengemukakan bahwa salah satu tantangan utama saat ini adalah belum adanya Balai Latihan Kerja (BLK) di OKU Selatan. “BLK sangat vital untuk membekali keterampilan calon PMI sebelum diberangkatkan, baik untuk kerja di dalam maupun luar negeri,” jelasnya.

Darmawan juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 390 PMI asal OKU Selatan yang tersebar bekerja di berbagai negara, seperti Malaysia, Korea Selatan, Arab Saudi, Jerman, dan sejumlah negara lainnya. Angka ini menunjukkan potensi sumber daya manusia yang besar dan perlu penanganan yang optimal.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kokoh antara Pemerintah Kabupaten OKU Selatan, DPRD, dan BP3MI Sumatera Selatan dalam upaya meningkatkan perlindungan, penempatan yang aman, legal, serta kualitas PMI demi masa depan yang lebih baik bagi tenaga kerja migran daerah tersebut. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sekda OKU Selatan Sambut Tim BPKP Sumsel untuk Evaluasi Strategis Perencanaan dan Penganggaran 2026

15 April 2026 - 01:28

Bupati OKU Selatan Galang Sinergi dengan KORMI untuk Majukan Olahraga Masyarakat

14 April 2026 - 01:49

Wakil Bupati OKU Selatan Pimpin Rakor Kesiapan Meriahkan Jamda dan Jamnas Pramuka 2026

14 April 2026 - 01:43

Ketua TP-PKK OKU Selatan Panen Cabai di Tanjung Jaya, Dorong Pemberdayaan dan Kesejahteraan Masyarakat Desa

14 April 2026 - 01:38

Pemkab OKU Selatan dan MUI Gelar Halal Bihalal, Perkuat Sinergi untuk Masyarakat Religius dan Sejahtera

14 April 2026 - 01:34

Trending di Daerah