OKU SELATAN – Sejumlah pangkalan resmi gas elpiji 3 kilogram di wilayah Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan) telah melaporkan distributor gas elpiji 3 kg, PT Putra Balkom Raya, atas dugaan penipuan dengan modus kejahatan yang merugikan banyak pihak.
Kejadian bermula ketika sejumlah pangkalan melakukan penyetoran uang tebusan gas melalui bagian administrasi PT Putra Balkom Raya. Namun alih-alih mendapatkan alokasi gas sesuai kuota, para pangkalan justru tidak menerima pengiriman yang dijanjikan. Kondisi ini memicu kecurigaan dan pelaporan ke pihak berwajib.
Salah satu pemilik pangkalan, Sarwani, mengungkapkan kronologi kasus yang dialaminya. “Pada Oktober 2025, saya melakukan pembayaran sebesar Rp53,2 juta kepada seorang inisial ‘Dep’ yang bertugas di bagian administrasi PT Putra Balkom Raya sebagai pembayaran kuota gas LPG 3 kg. Namun setelah pembayaran, saya tak menerima kuota gas yang dijanjikan. Ketika saya mencoba konfirmasi ke manajemen PT Putra Balkom Raya, mereka malah menyalahkan kami sebagai pangkalan dan menganggap pembayaran itu sebagai penipuan,” ujar Sarwani dengan nada kecewa.
Lebih mengejutkan, setelah terjadi keributan, pihak admin yang menerima uang tebusan tersebut mendadak menghilang. Pimpinan PT Balkom Raya berdalih bahwa pegawai berinisial ‘Dep’ sudah diberhentikan dari perusahaan. Sarwani pun menegaskan, “Kami menuntut tanggung jawab dari PT Putra Balkom Raya karena admin tersebut adalah karyawan mereka. Ini adalah penipuan serius yang sangat merugikan kami. Kami berharap kepolisian dapat melakukan penyelidikan secara tuntas atas kasus ini.”
Tidak hanya Sarwani, kasus penipuan yang diduga dilakukan oleh admin PT Putra Balkom Raya ini juga menimpa banyak pangkalan lainnya. Para korban yang merasa dirugikan sudah mengajukan laporan resmi ke pihak berwajib.
Salah satu pemilik pangkalan lain, Rifki, mengungkapkan, saat ini jumlah kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp3 miliar. “Banyak pangkalan juga mengalami hal yang sama, juga sudah melapor ke pihak berwajib serta berharap hukum dapat menindaklanjuti kasus ini dengan seadil-adilnya.”harap Rifki.
Sayangnya hingga berita ini diturjnka,kasus dugaan penipuan uang kini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran akan tindak kecurangan dalam distribusi gas elpiji yang sangat dibutuhkan masyarakat, Pihak Distributor Balkom Raya belum bisa di konfirmasi. (dwa)











