OKU Selatan, Muaradua Ekspres.com– Setelah menggelar Dialog Bersama para Petani, Nelayan, dan Penggiat Pariwisata di kawasan Pantai Bidadari, Kabupaten OKU Selatan, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bersama Bupati OKU Selatan, Abusama, serta sejumlah Bupati dan Walikota yang hadir, melanjutkan kegiatan dengan melaksanakan sesi Podcast di tempat yang sama, Sabtu (15 November 2025).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Herman Deru menegaskan komitmennya untuk terus mempromosikan keindahan Danau Ranau sebagai salah satu destinasi wisata ikonik di Sumatera Selatan. Ia menuturkan bahwa Danau Ranau bukan hanya sekadar pesona alam semata, melainkan juga sebuah potensi besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat setempat melalui sektor pariwisata.
Melalui berbagai program kreatif dan event-event menarik yang dirancang secara berkelanjutan, Herman Deru berharap dapat menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara agar semakin mengenal dan mengunjungi Danau Ranau.

“Dialog interaktif dan Podcast yang digelar di Pantai Bidadari ini tidak hanya menjadi ajang sosialiasi dan promosi, tetapi juga sebagai wadah untuk menyerap aspirasi sekaligus menguatkan sinergi antara pemerintah daerah dan para pelaku utama di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata,”ujar Gubernur.
“Keberadaan Pantai Bidadari yang asri dan strategis menjadikan tempat ini sebagai lokasi yang ideal untuk membahas berbagai potensi serta tantangan yang dihadapi dalam mengoptimalkan sektor-sektor vital tersebut demi kemajuan Kabupaten OKU Selatan.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Gubernur Herman Deru secara khusus mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari petani, nelayan, penggiat pariwisata, hingga pemerintah daerah, untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam dan meningkatkan kualitas layanan serta fasilitas wisata.

Hal ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi OKU Selatan sebagai destinasi pariwisata unggulan yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, namun juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (ril)











